Kop Website

  • Breaking News

    Era Globalisasi, Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif



    Globalisasi terdiri dari dua kata berbahasa Inggris, yaitu global dan ization. Global artinya mendunia, sedangkan ization berarti proses. Globalisasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

    Era globalisasi dapat diartikan sebagai masa yang mendunia dan menyeluruh, sehingga setiap orang bisa terhubung dengan dunia lain tanpa terbatas jarak, ruang, dan waktu.

    Globalisasi sangat erat kaitannya dengan kecanggihan tekhnologi yang berkembang pesat. Di zaman yang modern ini semua orang dengan mudah mengakses informasi melalui media elektronik tanpa kendala apapun. Bahkan dengan kemajuan tekhnologi ini pun seakan rasanya dunia dalam genggaman. Ini artinya globalisasi memberikan solusi untuk manusia di berbagai belahan dunia dengan server yang memuaskan.

    Tidak dapat kita pungkiri bahwa di tengah maraknya globalisasi, membawa kita ke dalam suatu pola hidup yang disebut hedonisme. Apa itu hedonisme?
    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Seseorang dikatakan mengalami hedonisme ketika mereka melakukan aktifitas fisik berupa mengejar modernitas dan menghambur-hamburkan keuangan dan waktu yang dimiliki hanya untuk memenuhi banyak keinginan dan semua objek yang dianggap menarik.

    Semua perilaku ini dapat ditandai dengan adanya unsur yang merujuk pada kesenangan semata berupa lifestyle, fashion, food, tempat tongkrongan, bahkan skincare. Seseorang akan cenderung mengamalkan gaya hidup konsumtif sebagai akibat dari hedonisme. Gaya hidup konsumtif ini memberikan dampak positif berupa kepuasan individual atas terpenuhi nya keinginan secara fisik maupun mental.

    Namun tanpa disadari dibalik dampak positif ini, gaya hidup konsumtif juga memberikan dampak negatif yang berkepanjangan jika pelaku tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri dari godaan materi. Dengan menghabiskan banyak uang, inj berarti seseorang sudah memasuki tahap pemborosan.
    Artinya, suatu tindakan yang melampaui batas yang dibutuhkan. Seseorang hidup dengan keinginannya bukan apa yang dibutuhkannya. Bahkan yang lebih miris adalah jika seseorang yang sebenarnya tidak mampu untuk bergaya sesuai era global sekarang ini, malah memaksakan dirinya untuk tetap mempertahankan perilaku konsumtifnya.

    Demi menjaga image di mata publik.
    Perilaku konsumtif bukan hal yang bisa dianggap sepele. Perilaku ini akan melekat pada seseorang dan sulit untuk dihilangkan. Pada saat seseorang melakukan perilaku konsumtif seperti shopping, hormon dopaminnya akan meningkat lebih tinggi dari biasanya.

    Hormon dopamin adalah hormon yang dihasilkan di hipotalamus sebagai pembawa pesan penting diotak seperti memori. Ketika dopamin dilepaskan dalam jumlah besar, akan menimbulkan perasaan senang dan bahagia sehingga memotivasi untuk mengulang perilaku tersebut.

    Selain itu, gaya hidup konsumtif juga menghilangkan produktivitas dalam masyarakat. Orang tidak lagi memikirkan untuk produktif, tapi hanya mampu konsumtif karna itu lebih simple. Usia remaja menjadi target yang potensial akan terjadinya perilaku konsumtif. Ini dikarenakan gaya hidup konsumtif mudah terbentuk pada usia remaja yang masih labil dan mudah terpengaruh dan terbujuk akan godaan yang bersifat material.

    Agar terhindar dari gaya hidup konsumtif, kita dapat melakukan beberapa upaya. Yang pertama, mulailah untuk menabung. Mungkin menabung adalah kegiatan yang cukup sederhana. Namun, tidak semua orang dapat menyisihkan uangnya untuk disimpan. Apalagi mereka yang sudah terlibat pola hidup konsumtif.

    Yang kedua, membuat daftar anggaran belanja. Dengan daftar anggaran belanja, kita dapat menglist kan semua pengeluaran yang dihabiskan dalam beberapa waktu tertentu. Sehingga sebagai pengingat seberapa banyak uang yang dikeluarkan agar terhindar dari konsumtif.

    Yang ketiga, bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang wajib ada untuk memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan keinginan adalah hal lain setelah kebutuhan utama terpenuhi.

    Mulailah dari sekarang untuk lebih memprioritaskan kebutuhan anda. Yang keempat, kurangi jalan-jalan atau hangout. Hangout atau sekedar jalan-jalan dapat membuat kita tertarik untuk membeli apa yang kita lihat. Karena ini merupakan hal diluar rencana dan tidak terduga.

    Yang kelima, gunakan uang untuk berinvestasi. Investasi sangat penting untuk merencanakan kehidupan dimasa depan. Investasi dapat berupa penanaman modal pada suatu usaha atau barang. Dengan berinvestasi lebih menjamin masa tua kita ketika tidak lagi produktif. Nah!

    Oleh: Mauli Sofiani
    Siswa kelas XII SMA Sukma Bangsa Pidie

    No comments